STRATEGI
PEMBELAJARAN DI SD
A. Konsep dan Prinsip Belajar dan
Pmbelajaran
Menurut
Sumantri (2016:2) Belajar adalah suatu perubahan perilaku yang relative
permanen dan dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran
yang bertujuan atau direncanakan. Pengalaman diperoleh seseorang dalam iteraksi
dengan lingkungan, baik yang tidak direncanakan maupun yang direncanakan
sehingga menghasilkan perubahan yang bersifat relative menetap. Menurut Eveline
dan Nara 2010 (dalam sumantri 2016:2), belajar adalah proses yang kompleks yang
didalamnya terkandung beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi:
1.
Bertambahnya jumlah pengetahuan
2.
Adanya kemampuan mengingat dan
memproduksi
3.
Adanya penerapan pengetahuan
4.
Menyimpulkan makna
5.
Menafsirkan dan mengaitkan dengan
realitas.
Menurut
Majid (2014:4) secara sederhana, istilah Pembelajaran (instruction) bermakna sebagai “upaya untuk membelajarkan seseorang
atau kelompok orang melalui berbagai upaya (effort)
dan berbagai strategi, metode, dan pendekatan kea rah pencapaian tujuan yang
telah direncanakan”. Pembelajaran dapat pula dipandang sebagi kegiatan guru
secara terprogram dalam desain intruksional untuk membuat siswa belajarsecara
aktif yang menekankanpada penyediaan sumber belajar.
Beberapa
ahli mengemukakan tentang pengertian pembelajaran, diantaranya:
a. Pembelajaran
adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk
memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertantu. Pembelajaran merupakan
subjek khusus dari pendidikan ( Corey, 1986 );
b. Pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidikan dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar ( UU SPN No. 20 tahun 2003 )
c. Pembelajaran
adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan
perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu
sendiri dalam interaksi denga lingkungannya (Mohammad Surya);
d. Pembelajaran
adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material,
fasilitas, perlengkapan, peosedur, yang saling memengaruhi dalam mencapai
tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik);
e. Pembelajaran
adalah rangkaian peristiwa (events)
yang memengaruhi pembelajaran sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan
mudah (Gagne dan Brigga, 1979).
Association for Educational
Communication and Technology (AECT) menegaskan bahwa
pembelajaran (instructional) merupakan
bagian dari pendidikan. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang didalamnya
terdiri dari komponen-komponen sistem instruksional, yaitu komponen pesan,
orang, bahan, peralatan, teknik, dan latar atau lingkungan.
B. Perbedaan pendekatan, strategi,
metode dan teknik pembelajaran.
1. Pendekatan
Istilah pendekatan berasal dari bahasa
inggris “approach” yang memiliki
beberapa arti, diantaranya diartikan dengan “ pendekatan”. Dalam dunia
pengajaran, kata approach lebih tepa
diartikan a way of beginning something (cara
memulai sesuai). Oleh karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan sebagai
“cara memulai pembelajaran”. Menurut Gladene Robertson dan Hellmut Lang 1984
(dalam Majid 2014:19), menurutnya pendekatan pembelajaran dapat memaknai
menjadi 2 pengertian, yaitu pendekatan pembelajaran sebagai dokumen tetap, dan
pendekatan pembelajaran sebagi bahan kajian yang terus berkembang.
2. Strategi
Strategi adalah suatu pola yang
direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau
tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam
kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana penunjang kgiatan.(Majid
2014:3)
3. Metode
Untuk melaksanakan suatu strategi,
digunakan seperangkat metode pengajaran tertentu. Dalam pengertian demikian
maka metode pengajaran menjadi salah satu unsure dalam strategi pembelajaran.
Unsure seperti sumber belajar, kemampuan guru dan siswa, media pendidikan,
materi pengajaran, organisasi, wajtu tersedia, kondisi kelas, dan lingkungan
merupaan unsure-unsur yang mendukung strategi pembelajaran. (Majid 2014:21)
4. Teknik
pembelajaran
Metode pembelajaran dijabarkan ke dalam
teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat
diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu
metode secara spesifik. ( Majid 2014:24).
C. Faktor-faktor penentu dalam
pemilihan strategi pembelajaran
1. Tujuan
pembelajaran
Penetapan tujuan pembelajaran merupakan
syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang akan digunakan dalam
menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi)
atau keterampilan yang diharapkan dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan
proses pembelajaran tertentu. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu
stratgi yang harus digunakan guru.
2. Aktivitas
dan pengetahuan awal siswa
Belajar merupakan aktivitas untuk
memperoleh pengalaman tentukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Oleh karena
itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa.
3. Interaksi
bidang studi/ pokok bahasan
Mengajar merupakan usaha untuk
mengebangkan seluruh pribadi siswa. Mengajara bukan hanya mengembangkan
kemampuan kognitif saja, tetapi meliputi pengembangan aspek afektif dan aspek
psikomotor.
4. Alokasi
waktu dan sarana penunjang
Metode yang akan digunakan harus
dirancang sebelumnya, termasuk di dalamnya perangkat penunjang pembelajaran.
Perngkat pembelajaran tersebut dapat digunakan oleh guru secara berulang-ulang,
seperti transparan, chart, video pembelajaran, film, dan sebagainya
5. Jumlah
siswa
Metode yang kita gunakan di dalam kelas
idealnya perlu mempertimbangkan jumlah siswa yang hadir dan resiko guru dan
siswa, agar proses belajar mengajar efektif. Ukuran kelas juga menentukan
keberhasilan, terutama pengelolaan kels dan penyampaian.
6. Pengalaman
dan kewibawaan pengajar
Guru yang baik adalah guru yang
berpengalaman, pribahasa mengatakan bahwa “ pengalaman adalah guru yang baik”.
D. Berbagai jenis strategi
pembelajaran
1. Model
pembelajaran berbasis masalah (problem
based learning)
Pembelajaran berbasis masalah dapat
diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada
proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah
2. Model
pembelajaran Kooperatif
Model [embelajaran kooperatif adalah
rangkaian kegiatan belajaran yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok
tertentu untuk untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
3. Model
pembelajaran Ekspositori
Metodote pembelajaran ekspositori adalah
pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu
definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta meberikan conto-contoh
latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, Tanya jawab dan penugasa.
- 4. Pendekatan Communicative Language Teaching (CLT)
Pendekatan Communicative Language Teaching (CLT)
masih berkaitan dengan teori tentang aspek komunikasi.
5. Model
pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir
Model pembelajaran peningkatan kemampuan
berpikir adalah model pembelajaran yang menekankan berpikir siswa menurut
sanjaya 2007 (dalam sumantri 20016:70).
DAFTAR
PUSTAKA
Majid,
Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
Sumantri,
Mohammad Syarif. 2016. Strategi
Pembelajaran Teori dan Praktik Di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar