Rabu, 20 Maret 2019


            STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
A.    Konsep dan Prinsip Belajar dan Pmbelajaran
Menurut Sumantri (2016:2) Belajar adalah suatu perubahan perilaku yang relative permanen dan dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran yang bertujuan atau direncanakan. Pengalaman diperoleh seseorang dalam iteraksi dengan lingkungan, baik yang tidak direncanakan maupun yang direncanakan sehingga menghasilkan perubahan yang bersifat relative menetap. Menurut Eveline dan Nara 2010 (dalam sumantri 2016:2), belajar adalah proses yang kompleks yang didalamnya terkandung beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi:
1.      Bertambahnya jumlah pengetahuan
2.      Adanya kemampuan mengingat dan memproduksi
3.      Adanya penerapan pengetahuan
4.      Menyimpulkan makna
5.      Menafsirkan dan mengaitkan dengan realitas.
Menurut Majid (2014:4) secara sederhana, istilah Pembelajaran (instruction) bermakna sebagai “upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya (effort) dan berbagai strategi, metode, dan pendekatan kea rah pencapaian tujuan yang telah direncanakan”. Pembelajaran dapat pula dipandang sebagi kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional untuk membuat siswa belajarsecara aktif yang menekankanpada penyediaan sumber belajar.
Beberapa ahli mengemukakan tentang pengertian pembelajaran, diantaranya:
a.       Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertantu. Pembelajaran merupakan subjek khusus dari pendidikan ( Corey, 1986 );
b.      Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidikan dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar ( UU SPN No. 20 tahun 2003 )
c.       Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi denga lingkungannya (Mohammad Surya);
d.      Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, peosedur, yang saling memengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik);
e.       Pembelajaran adalah rangkaian peristiwa (events) yang memengaruhi pembelajaran sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan mudah (Gagne dan Brigga, 1979).
Association for Educational Communication and Technology (AECT) menegaskan bahwa pembelajaran (instructional) merupakan bagian dari pendidikan. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang didalamnya terdiri dari komponen-komponen sistem instruksional, yaitu komponen pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan latar atau lingkungan.
B.     Perbedaan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran.
1.      Pendekatan
Istilah pendekatan berasal dari bahasa inggris “approach” yang memiliki beberapa arti, diantaranya diartikan dengan “ pendekatan”. Dalam dunia pengajaran, kata approach lebih tepa diartikan a way of beginning something (cara memulai sesuai). Oleh karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan sebagai “cara memulai pembelajaran”. Menurut Gladene Robertson dan Hellmut Lang 1984 (dalam Majid 2014:19), menurutnya pendekatan pembelajaran dapat memaknai menjadi 2 pengertian, yaitu pendekatan pembelajaran sebagai dokumen tetap, dan pendekatan pembelajaran sebagi bahan kajian yang terus berkembang.
2.      Strategi
Strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana penunjang kgiatan.(Majid 2014:3)
3.      Metode
Untuk melaksanakan suatu strategi, digunakan seperangkat metode pengajaran tertentu. Dalam pengertian demikian maka metode pengajaran menjadi salah satu unsure dalam strategi pembelajaran. Unsure seperti sumber belajar, kemampuan guru dan siswa, media pendidikan, materi pengajaran, organisasi, wajtu tersedia, kondisi kelas, dan lingkungan merupaan unsure-unsur yang mendukung strategi pembelajaran. (Majid 2014:21)
4.      Teknik pembelajaran
Metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. ( Majid 2014:24).

C.    Faktor-faktor penentu dalam pemilihan strategi pembelajaran
1.      Tujuan pembelajaran
Penetapan tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang akan digunakan dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi) atau keterampilan yang diharapkan dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu stratgi yang harus digunakan guru.
2.      Aktivitas dan pengetahuan awal siswa
Belajar merupakan aktivitas untuk memperoleh pengalaman tentukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa.
3.      Interaksi bidang studi/ pokok bahasan
Mengajar merupakan usaha untuk mengebangkan seluruh pribadi siswa. Mengajara bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi meliputi pengembangan aspek afektif dan aspek psikomotor.
4.      Alokasi waktu dan sarana penunjang
Metode yang akan digunakan harus dirancang sebelumnya, termasuk di dalamnya perangkat penunjang pembelajaran. Perngkat pembelajaran tersebut dapat digunakan oleh guru secara berulang-ulang, seperti transparan, chart, video pembelajaran, film, dan sebagainya
5.      Jumlah siswa
Metode yang kita gunakan di dalam kelas idealnya perlu mempertimbangkan jumlah siswa yang hadir dan resiko guru dan siswa, agar proses belajar mengajar efektif. Ukuran kelas juga menentukan keberhasilan, terutama pengelolaan kels dan penyampaian.
6.      Pengalaman dan kewibawaan pengajar
Guru yang baik adalah guru yang berpengalaman, pribahasa mengatakan bahwa “ pengalaman adalah guru yang baik”.
D.    Berbagai jenis strategi pembelajaran
1.      Model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning)
Pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah
2.      Model pembelajaran Kooperatif
Model [embelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajaran yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
3.      Model pembelajaran Ekspositori
Metodote pembelajaran ekspositori adalah pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta meberikan conto-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, Tanya jawab dan penugasa.

  1. 4.      Pendekatan Communicative Language Teaching (CLT)
Pendekatan Communicative Language Teaching  (CLT) masih berkaitan dengan teori tentang aspek komunikasi.
5.      Model pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir
Model pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang menekankan berpikir siswa menurut sanjaya 2007 (dalam sumantri 20016:70).
   









DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Sumantri, Mohammad Syarif. 2016. Strategi Pembelajaran Teori dan Praktik Di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar