Rabu, 27 Maret 2019


STRATEGI PEMBELAJARAN
A.    Pengertian Belajar
Menurut Suyono dan Hariyanto (2017:9) Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian.
Menurut Sumantri (2016:2) Belajar adalah suatu perubahan perilaku yang relative permanen dan dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran yang bertujuan atau direncanakan. Pengalaman diperoleh seseorang dalam iteraksi dengan lingkungan, baik yang tidak direncanakan maupun yang direncanakan sehingga menghasilkan perubahan yang bersifat relative menetap. Menurut Eveline dan Nara 2010 (dalam sumantri 2016:2), belajar adalah proses yang kompleks yang didalamnya terkandung beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi:
1.      Bertambahnya jumlah pengetahuan
2.      Adanya kemampuan mengingat dan memproduksi
3.      Adanya penerapan pengetahuan
4.      Menyimpulkan makna
5.      Menafsirkan dan mengaitkan dengan realitas.
Jadi dapat disimpulkan belajar adalah suatu perubahan perilaku pada seseorang baik itu menambah wawasan pengetahuan, cara pandang, sikap dan kebiasaannya.

B.     Karakteristik Proses Belajar dan Tahapan Perkembangan Siswa Sekolah Dasar
1.      Karakteristik proses belajar
a.       Tujuan belajar
b.      Peserta didik yang termotivasi
c.       Tingkatan kesulitan belajar
d.      Stimulus dari lingkungan
e.       Peserta didik yang memahami situasi
f.       Pola respons peserta didik
2.      Tahapan perkembangan siswa sekolah dasar
a.       Fisik
b.      Intelektual
c.       Sosial
d.      Moral
e.       Sikap
f.       Perkembangan bahasa



C.    Karakteristik Pembelajaran Di Sekolah Dasar
Menurut piaget (1950) (dalam sumantri (2016:160) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpresentasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). Menurutnya, setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata, yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahan terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. Berdasarkan hal tersebut, maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi dari amak dengan lingkungannya.
Anak usia sekolah dasr berada pada tahapan operasi konkret. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut:
1.      Mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu spek situasi ke aspek lain sacara reflejtif dan memandang unsure-unsur secara serentak.
2.      Mulai berpikir secara operasional
3.      Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda.
4.      Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab akibat, dan
5.      Memahami konsep substansi, velume zat, cair, panjang, lebar, luas, dan berat.
Memerhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut, kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki 3 ciri, yaitu:
1.      Konkret
Konkret mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkret, yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba dan diotak-atik, dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dam hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai, sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebanarnya, keadaan yang alami, sehingga lebh nyata, lebih factual, lebih bermakna, dan kebenarannya lebih tepat dipertanggungjawabkan.
2.      Integrative
Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dar berbagai disiplin ilmu, hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian.
3.      Hierarkis
Pada tahapan usia sekolah dasar, cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Sehubung dengan hal tersebu, maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis, keterkaitan atarmateri, dan cakupan keluasan serta kedalaman materi.











                        DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Rosdakarya
Sumantri, Mohamad Syarif. 2016. Strategi Pembelajaran Teori dan Praktik Di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Hariyanto dan Suyono. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Rosdakarya

2 komentar:

  1. saudara menyebutkan bahwa salah satu karakteristik proses belajar adalah pola respons peserta didik, coba saudara jelaskan maksudnya?

    BalasHapus
  2. Bagaimana cara mengatasi karateristik anak yg susah untk di dalam pembelajaran?

    BalasHapus