Rabu, 22 Mei 2019

MATERI 12
PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
A.    PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
1.      Mengenal lingkungan peserta didik
Lingkungan belajar yang dirancang dengan baik memiliki efek kumulatif baik pada peserta didik maupun pendidik itu sendiri. Lingkungan belajar merupakan cerminan siapa yang berinteraksi, materi apa yang dibahas, bagaimana berinteraksi dan bagaimana Susana dapat terbangun yang berimplikasi pada perilaku dan hasil belajar peserta didik. Paling tidak, menurut Eric Jensen (2010:24) (dalam Hilal Mahmud 2015:35), lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dapat
a.       Mendorong hubungan positif antara peserta didik dan materi pokok yang akan diajarkan
b.      Membangun relasi antara guru dan murid
c.       Merangsang pemikiran, kreativitas, dan keingintahuan
d.      Meningkatkan harga diri, keyakinan, dan nilai diri siswa
e.       Menginformasikan, memengaruhi, membujuk, dan menimbulkan semangat
f.       Meningkatkan tingkat responsibilitas, rasa keadilan, dan perasaan positif peserta didk dengan sekolah
g.      Membantu membuat ruang kelas menjadi tempat yang nyaman

2.      Memehami karakteristik, gaya belajar dan kemampuan peserta didik
Semua pembelajaran (learner) memiliki perbedaan. Tidak ada pembelajaran “standar” dan tidak ada satu cara serba sempurna yang dapat dipakai untuk berhadapan dengan setiap pembelajaran yang memiliki keanekaragaman demografi, suku, budaya, agama, gender, psikis, dan gaya belajar ( Jensen, 2015:51) (dalam Hilal Mahmud 2015:35). Dunia sekolah adalah dunia muktikultural. Situasi ini menuntut pendidikan untuk memahami dan belajar banyak tentang hal berkaitan dengan karakteristik dan gaya belajar peserta didik.

3.      Memiliki kompetensi sebagai guru professional
Dalam peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 psal 28 dijelaskan bahwa pendidik harus memiliki kualitas akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran., sehat jasmani, dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Yang dimaksud kualifikasi akademik adalah tingkatan pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikasi keahlian yang relevan sesuai ketentuaan perundang undangan yang berlaku. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pndidikan anak usia dini meliputi: kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi propesional, dan kompetensi sosial.

B.     PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
Perencanaan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran. Dengan perencanaan yang baik maka pelaksanaan pembelajaran akan berjalan dengan baik, efektif, dan efisien. Perencanaan pembelajaran bukan hanya sekedar aktivitas rutin dalam administrasi pendidikan, atau hanya sekedar alat untuk menyenangkan hati kepala sekolah atau pengawas. Perencanaan, menurut Terry, tidak hanya sekedar menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan, tetapi perencanaan juga mencakup kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa mendatang (Majid, 2011:16 (dalam Hilal Mahmud 2015:34). Lebih dari itu, perencanaan pembelajaran merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Karena itu, perencanaan pembelajaran harus betul betul dipersiapkan secara cermat.

Daftar Rujukan
Mahmud, Hilal. 2015. Administrasi Pendidikan (Menuju Sekolah Efektif). Makassar: Aksara Timur

MATERI 11
DISIPLIN KELAS
A.    HAKIKAT DISIPLIN KELAS
Menurut Andi Rasdiyanah ( Saifuddin, M. Ag 2018:64) disiplin yaitu kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan satu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk patuh kepada keputusan, perintah atau peraturan yang berlaku. Dengan kata lain, disiplin adalah kepatuhan mentaati peraturan dan ketentuaan yang telah ditetapkan.Kedisiplinan kelas merajuk kpada ketaatan dan kepatuhan perilaku anak terhadap norma norma kelas.
Disiplin kelas dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor lingkungan siswa seperti lingkungan rumah. Oleh karena itu, guru juga perlu menjalin kerja sama dengan orang tua siswa, agar kebiasaan disiplin di sekolah yang hendak dipelihara itu semakin tumbuh subur.

B.     STRATEGI PENANAMAN DAN PENANGANAN DISIPLIN KELAS
Tiga jenis teknik pembinaan disiplin kelas:
1.      Teknik “Inner Control”
Teknik ini yang disarankan untuk digunakan guru dalam membina disiplin peserta didiknya. Teknik ini dalam menumbuhkan kepekaan/ penyadaran akan tata tertib dan pada akhirnya disiplin harus harus tumbuh dan berkembang dari dalam peserta didik itu sendiri ( self discipline) dengan kata lain peserta didik diharapkan dapat mengendalikan dirinya sendiri.
2.      Teknik “External Control”
Teknik external control yaitu mengendalikan diri dari luar berupa bimbingan dan penyuluhan. Teknik ini dalam menumbuhkan disiplin cendrung melakukan “pengawasan” (yang kadang perlu diperketat dan kalau perlu menjatuhkan hukuman terhadap setiap pelanggaran).
3.      Teknik “Cooperative Control”
Dengan teknik ini, pembinaan disiplin kelas dilakukan dengan bekerja sama guru dengan peserta didik dalam mengendalikan situasi kelas kea rah terwujudnya tujuan kelas yang bersangkutan. Dimana guru dan peserta didik saling mengintrol satu sama lain terhadap pelanggaran tata tertib. Yang perlu diperhatikan oleh guru dalam proses pembinaan disiplin kelas adalah perbedaan perbedaan individual peserta didik dalam kesanggupan mengadakan mawas diri (intropeksi) dan pengendalian dirinya (self control) karena itu teknik cooperative control sangat dianjurkan untuk menatralisir teknik inner control (yang menuntut kedewasaan) dan ekternal control (yang menganggap peserta didik belum dewasa).

Daftar Rujukan
Saifuddin, 2018. Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis. Yogyakarta: CV Budi Utama

Rabu, 15 Mei 2019



Materi 10
Pengelolaan Kelas
A.    Hakikat Pengelolaan Kelas
Pada dasarnya, kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas . kegiatan mengajar dimaksudkan sebagai upaya menggiatkan siswaa mencapai tujuan pembelajaran seperti melalui proses menelaah kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertayaan kepada siswa dan menilai kemajuan siswa.
Kegiatan mengelola kelas dimaksud sebagai proses menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kagiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien seperti melalui pemberian ganjaran dengan segera, pengembangan hubungan yang baik antara guru dan siswa serta pengembangan aturan permainan dalam kegiatan kelompok. ( Faizal Djabidi, 2016:35)
Menurut Abdul Majid (2012:299) (dalam Faizal Djabidi, 2016:37) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Jadi dapat disimpulkan pengelolaan kelas adalah usah guru untuk mengkondisikan, mengorganisasikan, merencanakan, serta melaksankan pengawasan terhadap program dan segala kegiatan yang ada dikelas sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif, efesien, dan sistematis.
B.     Penataan Lingkungan Kelas
Menuru Ani Kadrawati dan Abdullah Manawi (2017:95) penataan lingkungan kelas perlu memperhatikan 4 hal berikut ini:
1.      Mobilitas, memudahkan peserta didik untuk bergerak dari satu pojok ke pojok lain
2.      Aksebilitas, memudahkan peserta didik mengakses sumber dan alat bantu belajar
3.      Interaksi, memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan sesame teman atau pendidikannya
4.      Variasi kegiatan, memudahkan peserta didik melakukan berbagai kegiatan yan beragam, misalnya berdiskusi, melakukan percobaan dan presentasi.



Daftar Rujukan
Djabidi, Faizal. 2016. Manajemen Pengelolaan Kelas. Malang: Madani
Manawi, Abdullah & Ani Kadrawati. 2017. Konsep Pembelajaran (Konsep dan Aplikasi) Magenta: Media Grafik