Rabu, 01 Mei 2019


MATERI 8
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR II
A.    KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN
Menurut Djamarah (2000:142) keterampilan membuka dan menutup pelajaran sebagai berikut:
1.      Keterampilan membuka pelajaran
a.       Menarik perhatian dan menimbulkan motivasi
Menarik perhatian anak didik dap dilakukan de mengubah gaya mengajar guru. Guru biasa berdiri di depan kemudian berdiri di belakang. Suara yang biasa keras diubah menjadi suara yang pelan dan bercerita. Penggunaan alat bantu atau media pelajaran juga dapat menarik perhatian anak didik. Anak didik dimintak untuk ,mengamati gambar atau poster, mendengarkan lagu, melihat film, membaca berita kontenporer, mellihat foto atau lukisan. Variasi pola interaksi guru dengan anak didik juga akan dapat menarik perhatian. Guru bisa berbicara pada peserta didik, sekarang diubah, anak didik yang berbicara pada guru, dapat juga antara anak didik dengan anak didik lainnya. Guru dapat melaksanakan proses interaksi edukatif dalam bentuk kelompok besar atau individual. Untuk menimbulkan atau membangkitkan motivasi anak didik terhadap pelajaran yang akan diberikan dapat dilakukan dengan menciptakan rasa ingin tahu, membuat kejutan dalam kelas, member pertentangan konsep . minat juga merupakan sumber motivasi yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan gairah belajar anak didik.
b.      Member acuan dan membuat kaitan
Pada setiap permulaan pelajaran baru, guru berkesempatan membuat kaitan antara bahan pelajaran baru dengan bahan pelajaran yang telah dikenalnya. Hal ini merupakan usaha melakukan kesinambungan. Usaha membuat kaitan antara lain membandingkan dan mempertentangkan bahan pelajaran yang baru, setiap saat guru dapat meminta sambungan pikiran anak didik, hal ini guru harus memberikan penguatan sekaligus membuat kaitan kognitif. Komentar yang bertujuan kembali pada bats tugas adalah juga merupakan usaha membuat kaitan.
Membuat kaitan atau hubungan di antara materi materi sebaiknya disesuaikan dengan pengalaman dan pengetahuan siswa. Lain halnya dengan member acuan, dapat diusahakan melalui berbagai usaha seperti mengemukakan tujuan dan batas batas tugas, menyarankan langkah langkah yang akan dilakukan, menhingat masalah pokok yang akan dibahas dan mengajukan pertanyaan pertanyaan.
2.      Keterampilan menutup pelajaran
a.       Review
Untuk menutup pelajaran guru sebaiknya mengulangi kembali (meninjau kembali) hal hal yang dianggap penting, atau kunci bahan pelajaran yang diberikan. Hal ini dapat dilakukan setiap saat selesai memberikan satu konsep ataupunpada akhir pelajaran. Dengan melalui beberapa pertanyaan atau setelah membahas bagian bagian dari satu topic, anak didik dapat diminta mengungkapkan kembali bahan pelajaran yang baru saja didiskusikan. Membuat rangkuman bahan pelajaran lebih baik dilakukan secara tertulis daripada secara lisan.
b.      Evaluasi
Dalam menutup pelajaran, disamping me review, guru seharusnya juga melakukan evaluasi terhadap proses interaksi edukatif yang baru saja dilakukan dengan:
1)   Meminta anak didik mendemonstrasikan keterampilan yang baru saja dipelajari.
2)   Memintak anak didik mengaplikasikan konsep atau ide yang baru pada situsi yang berbeda.
3)   Meminta anak didik mengekspresikan pendapat sendiri.
4)   Meminta anal didik mengerjakan soal tertulis, baik objektif maupun subjektif.

B.     KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL
Menurut Sumiati dan Asra ( 2016:144) Jika jumlah siswa tidak terlalu banyak, maka guru bisa secara langsung menjadi pemimpin atau moderator dikusi. Namu jika jumlah siswa cukup banyak, maka guru bisa membagi siswa menjadi kelompo kelompok yang lebih kecil.
Ketika gur menjadi moderator atau memimpin diskusi, maka perlu diperhatikan hal hal betikut ini:
1.      Menentukan materi atau masalah yang diinginkan didiskusikan
2.      Waktu fleksibel namu ada batasan yang disepakati
3.      Membimbing kelompok agar tetap relevan dan tertuju pada permasalahan yang didiskusikan
4.      Berikan kepada semua siswa kesempatan untuk membarikan kontribusi dan partisipasinya jangan ada siswa yang mendominasi atau mengganggu diskusi. Semua pendapat dihargai dan jangan disalahkan secara langsung walaupun yang diungkapkan oleh siswa itu salah.
5.      Berikan dorongan agar siswa jangan takut untuk memberikan pendapat yang bebeda dengan apa yang telah disampaikan. Ketika ada perbedaan pendapat yang dikemukakan, guru hendaknya member contoh dalam menghormati berbagai pendapat, yaitu bagaimana seorang guru memberikan perlakuan yang sama terhadap pendapat yang berbeda.

Peranan guru sebagai pemimpin diskusi pada umunya adalah sebagai berikut:
1.      Pengatur jalannya diskusi, yaitu:
a.       Menunjukkan pertanyaan kepada seorang siswa
b.      Menjaga ketertiban pembicaraan
c.       Memberikan rangsangan kepada siswa untuk berpendapat
d.      Memperjelas suatu pendapat yang dikemukakan
2.      Sebagai dinding penangkis, yaitu menerima dan menyebarkan pertayaan/pendapat kepada seluruh peserta.
3.      Sebagai pentunjuk jalan, yaitu memberikan pengarahan tentang cara diskusi


C.    KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS
Masalah poko yang dihadapi guru, baik  pemula maupun yang sudah berpengalaman adalah pengelolaan  kelas. Pengelolaan kelas merupakan masalah yang kompleks. Guru menggunakannya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas untuk mencapai tujuan pengajaran secara efisien dan memungkinkan anak didik dapat belajar. dengan demikian pengelolaan kelas yang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif. Tugas utama dan yang paling sukit dilakukan guru adalah pengelolaan kelas, lebih lebih tidak ada stu pun pendekatan yang dikatakan  paling baik. Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses interaksi edukatif.

D.    KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN
Menurut Djamarah (2000:163) ada beberapa keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
1.      Rasional
Salah satu cara dari sekian banyak cara untuk ,meningkatkan kadar CBSA ( cara belajar siswa aktif) adalah dengan mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Keterampilan ini akan meingkatkan pemahaman  guru dan anak didik yang terlibat, juga pemahaman dalam mengorganisasikan proses interaksi edukatif. Hubungan interpersonal dan sosial, dan mengorganisasikan adalah hal yang penting untuk menyukseskan mengajar kelompok keci dan perorangan. Karena itu guru harus memiliki keterampilan melakukan hubungan atarpribadi, bila ingin mengaplikasikan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
2.      Pengertian
Pengelompokan anak didik dalam proses interaksi edukatif merupakan pembentukan organisasi sosial dalam pengajaran. Ada tiga cara pengelompokan yang dapat dilakukan yaitu:
a.       Atas dasar tugas tugas khusus
b.      Atas dasar dinamika proses kelompok antara anak didik dan,
c.       Atas dasr pengalaman pembentukan kelompok yang telah dilakukan oleh guru dengan anak didik sebagai kelompok kerja.
3.      Penggunaan dalam data kelas
Dalam mengajar kelompok keci dan perorangan, guru bertindak sebagai operator dalam sistem tersebut. Untuk ini ada empat jenis keterampilan yang diperlukan, yaitu:
a.       Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
b.      Keterampilan mengorganisasi
c.       Keterampilan membimbing dan membantu
d.      Keterampilan kurikulum
e.       Aplikasi keterampilan



Daftar pustaka
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sumiati dan Asra. 2016. Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar