MATERI
8
KETERAMPILAN
DASAR MENGAJAR II
A. KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP
PELAJARAN
Menurut
Djamarah (2000:142) keterampilan membuka dan menutup pelajaran sebagai berikut:
1. Keterampilan
membuka pelajaran
a. Menarik
perhatian dan menimbulkan motivasi
Menarik
perhatian anak didik dap dilakukan de mengubah gaya mengajar guru. Guru biasa
berdiri di depan kemudian berdiri di belakang. Suara yang biasa keras diubah
menjadi suara yang pelan dan bercerita. Penggunaan alat bantu atau media
pelajaran juga dapat menarik perhatian anak didik. Anak didik dimintak untuk
,mengamati gambar atau poster, mendengarkan lagu, melihat film, membaca berita
kontenporer, mellihat foto atau lukisan. Variasi pola interaksi guru dengan
anak didik juga akan dapat menarik perhatian. Guru bisa berbicara pada peserta
didik, sekarang diubah, anak didik yang berbicara pada guru, dapat juga antara
anak didik dengan anak didik lainnya. Guru dapat melaksanakan proses interaksi
edukatif dalam bentuk kelompok besar atau individual. Untuk menimbulkan atau
membangkitkan motivasi anak didik terhadap pelajaran yang akan diberikan dapat
dilakukan dengan menciptakan rasa ingin tahu, membuat kejutan dalam kelas,
member pertentangan konsep . minat juga merupakan sumber motivasi yang dapat
dimanfaatkan untuk membangkitkan gairah belajar anak didik.
b. Member
acuan dan membuat kaitan
Pada
setiap permulaan pelajaran baru, guru berkesempatan membuat kaitan antara bahan
pelajaran baru dengan bahan pelajaran yang telah dikenalnya. Hal ini merupakan
usaha melakukan kesinambungan. Usaha membuat kaitan antara lain membandingkan
dan mempertentangkan bahan pelajaran yang baru, setiap saat guru dapat meminta
sambungan pikiran anak didik, hal ini guru harus memberikan penguatan sekaligus
membuat kaitan kognitif. Komentar yang bertujuan kembali pada bats tugas adalah
juga merupakan usaha membuat kaitan.
Membuat
kaitan atau hubungan di antara materi materi sebaiknya disesuaikan dengan
pengalaman dan pengetahuan siswa. Lain halnya dengan member acuan, dapat
diusahakan melalui berbagai usaha seperti mengemukakan tujuan dan batas batas
tugas, menyarankan langkah langkah yang akan dilakukan, menhingat masalah pokok
yang akan dibahas dan mengajukan pertanyaan pertanyaan.
2. Keterampilan
menutup pelajaran
a. Review
Untuk
menutup pelajaran guru sebaiknya mengulangi kembali (meninjau kembali) hal hal
yang dianggap penting, atau kunci bahan pelajaran yang diberikan. Hal ini dapat
dilakukan setiap saat selesai memberikan satu konsep ataupunpada akhir
pelajaran. Dengan melalui beberapa pertanyaan atau setelah membahas bagian
bagian dari satu topic, anak didik dapat diminta mengungkapkan kembali bahan
pelajaran yang baru saja didiskusikan. Membuat rangkuman bahan pelajaran lebih
baik dilakukan secara tertulis daripada secara lisan.
b. Evaluasi
Dalam
menutup pelajaran, disamping me review, guru seharusnya juga melakukan evaluasi
terhadap proses interaksi edukatif yang baru saja dilakukan dengan:
1) Meminta
anak didik mendemonstrasikan keterampilan yang baru saja dipelajari.
2) Memintak
anak didik mengaplikasikan konsep atau ide yang baru pada situsi yang berbeda.
3) Meminta
anak didik mengekspresikan pendapat sendiri.
4) Meminta
anal didik mengerjakan soal tertulis, baik objektif maupun subjektif.
B. KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI
KELOMPOK KECIL
Menurut
Sumiati dan Asra ( 2016:144) Jika jumlah siswa tidak terlalu banyak, maka guru
bisa secara langsung menjadi pemimpin atau moderator dikusi. Namu jika jumlah
siswa cukup banyak, maka guru bisa membagi siswa menjadi kelompo kelompok yang
lebih kecil.
Ketika
gur menjadi moderator atau memimpin diskusi, maka perlu diperhatikan hal hal
betikut ini:
1. Menentukan
materi atau masalah yang diinginkan didiskusikan
2. Waktu
fleksibel namu ada batasan yang disepakati
3. Membimbing
kelompok agar tetap relevan dan tertuju pada permasalahan yang didiskusikan
4. Berikan
kepada semua siswa kesempatan untuk membarikan kontribusi dan partisipasinya
jangan ada siswa yang mendominasi atau mengganggu diskusi. Semua pendapat
dihargai dan jangan disalahkan secara langsung walaupun yang diungkapkan oleh
siswa itu salah.
5. Berikan
dorongan agar siswa jangan takut untuk memberikan pendapat yang bebeda dengan
apa yang telah disampaikan. Ketika ada perbedaan pendapat yang dikemukakan,
guru hendaknya member contoh dalam menghormati berbagai pendapat, yaitu
bagaimana seorang guru memberikan perlakuan yang sama terhadap pendapat yang berbeda.
Peranan guru sebagai pemimpin diskusi
pada umunya adalah sebagai berikut:
1. Pengatur
jalannya diskusi, yaitu:
a. Menunjukkan
pertanyaan kepada seorang siswa
b. Menjaga
ketertiban pembicaraan
c. Memberikan
rangsangan kepada siswa untuk berpendapat
d. Memperjelas
suatu pendapat yang dikemukakan
2. Sebagai
dinding penangkis, yaitu menerima dan menyebarkan pertayaan/pendapat kepada
seluruh peserta.
3. Sebagai
pentunjuk jalan, yaitu memberikan pengarahan tentang cara diskusi
C. KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS
Masalah
poko yang dihadapi guru, baik pemula
maupun yang sudah berpengalaman adalah pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas merupakan masalah
yang kompleks. Guru menggunakannya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi
kelas untuk mencapai tujuan pengajaran secara efisien dan memungkinkan anak
didik dapat belajar. dengan demikian pengelolaan kelas yang efektif adalah
syarat bagi pengajaran yang efektif. Tugas utama dan yang paling sukit
dilakukan guru adalah pengelolaan kelas, lebih lebih tidak ada stu pun
pendekatan yang dikatakan paling baik. Pengelolaan
kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang
optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses interaksi
edukatif.
D. KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK
KECIL DAN PERORANGAN
Menurut
Djamarah (2000:163) ada beberapa keterampilan mengajar kelompok kecil dan
perorangan.
1. Rasional
Salah
satu cara dari sekian banyak cara untuk ,meningkatkan kadar CBSA ( cara belajar
siswa aktif) adalah dengan mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil
dan perorangan. Keterampilan ini akan meingkatkan pemahaman guru dan anak didik yang terlibat, juga
pemahaman dalam mengorganisasikan proses interaksi edukatif. Hubungan
interpersonal dan sosial, dan mengorganisasikan adalah hal yang penting untuk
menyukseskan mengajar kelompok keci dan perorangan. Karena itu guru harus
memiliki keterampilan melakukan hubungan atarpribadi, bila ingin
mengaplikasikan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
2. Pengertian
Pengelompokan
anak didik dalam proses interaksi edukatif merupakan pembentukan organisasi
sosial dalam pengajaran. Ada tiga cara pengelompokan yang dapat dilakukan
yaitu:
a. Atas
dasar tugas tugas khusus
b. Atas
dasar dinamika proses kelompok antara anak didik dan,
c. Atas
dasr pengalaman pembentukan kelompok yang telah dilakukan oleh guru dengan anak
didik sebagai kelompok kerja.
3. Penggunaan
dalam data kelas
Dalam
mengajar kelompok keci dan perorangan, guru bertindak sebagai operator dalam
sistem tersebut. Untuk ini ada empat jenis keterampilan yang diperlukan, yaitu:
a. Keterampilan
mengadakan pendekatan secara pribadi
b. Keterampilan
mengorganisasi
c. Keterampilan
membimbing dan membantu
d. Keterampilan
kurikulum
e. Aplikasi
keterampilan
Daftar
pustaka
Djamarah, Syaiful
Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam
Interaksi Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sumiati dan Asra. 2016.
Metode Pembelajaran. Bandung: CV
Wacana Prima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar