MATERI
12
PEMBELAJARAN
YANG EFEKTIF
A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG
EFEKTIF
1. Mengenal
lingkungan peserta didik
Lingkungan belajar yang dirancang dengan
baik memiliki efek kumulatif baik pada peserta didik maupun pendidik itu
sendiri. Lingkungan belajar merupakan cerminan siapa yang berinteraksi, materi
apa yang dibahas, bagaimana berinteraksi dan bagaimana Susana dapat terbangun
yang berimplikasi pada perilaku dan hasil belajar peserta didik. Paling tidak,
menurut Eric Jensen (2010:24) (dalam Hilal Mahmud 2015:35), lingkungan
pembelajaran yang menyenangkan dapat
a. Mendorong
hubungan positif antara peserta didik dan materi pokok yang akan diajarkan
b. Membangun
relasi antara guru dan murid
c. Merangsang
pemikiran, kreativitas, dan keingintahuan
d. Meningkatkan
harga diri, keyakinan, dan nilai diri siswa
e. Menginformasikan,
memengaruhi, membujuk, dan menimbulkan semangat
f. Meningkatkan
tingkat responsibilitas, rasa keadilan, dan perasaan positif peserta didk
dengan sekolah
g. Membantu
membuat ruang kelas menjadi tempat yang nyaman
2. Memehami
karakteristik, gaya belajar dan kemampuan peserta didik
Semua pembelajaran (learner) memiliki perbedaan. Tidak ada pembelajaran “standar” dan
tidak ada satu cara serba sempurna yang dapat dipakai untuk berhadapan dengan
setiap pembelajaran yang memiliki keanekaragaman demografi, suku, budaya,
agama, gender, psikis, dan gaya belajar ( Jensen, 2015:51) (dalam Hilal Mahmud
2015:35). Dunia sekolah adalah dunia muktikultural. Situasi ini menuntut
pendidikan untuk memahami dan belajar banyak tentang hal berkaitan dengan
karakteristik dan gaya belajar peserta didik.
3. Memiliki
kompetensi sebagai guru professional
Dalam peraturan pemerintah Nomor 19
Tahun 2015 psal 28 dijelaskan bahwa pendidik harus memiliki kualitas akademik dan
kompetensi sebagai agen pembelajaran., sehat jasmani, dan rohani, serta
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Yang dimaksud
kualifikasi akademik adalah tingkatan pendidikan minimal yang harus dipenuhi
oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikasi
keahlian yang relevan sesuai ketentuaan perundang undangan yang berlaku. Kompetensi
sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta
pndidikan anak usia dini meliputi: kompetensi pedagogic, kompetensi
kepribadian, kompetensi propesional, dan kompetensi sosial.
B. PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
Perencanaan
pembelajaran merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran. Dengan perencanaan
yang baik maka pelaksanaan pembelajaran akan berjalan dengan baik, efektif, dan
efisien. Perencanaan pembelajaran bukan hanya sekedar aktivitas rutin dalam
administrasi pendidikan, atau hanya sekedar alat untuk menyenangkan hati kepala
sekolah atau pengawas. Perencanaan, menurut Terry, tidak hanya sekedar
menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan, tetapi perencanaan juga mencakup
kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan
visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa
mendatang (Majid, 2011:16 (dalam Hilal Mahmud 2015:34). Lebih dari itu,
perencanaan pembelajaran merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran di
kelas. Karena itu, perencanaan pembelajaran harus betul betul dipersiapkan
secara cermat.
Daftar Rujukan
Mahmud,
Hilal. 2015. Administrasi Pendidikan
(Menuju Sekolah Efektif). Makassar: Aksara Timur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar