MATERI
9
KEGIATAN
REMEDIAL DAN KEGIATAN PENGAYAAN
Pembelajaran
remedial dan pengayaan merupakan tindak lanjut guru terhadap proses dan hasil
belajar peserta didik. Proses dan hasil belajar dapat berupa kesulitan
penguasaan peserta didik terhadap satu atau dua kompetensi dasar, dan tidak bersifat permanen. Jika pada
kompetensi inti pengetahuaan dan keterampilan, peserta didik belum mampu
menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik, maka
peserta didik tersebut tidak diperkenakan mengerjakan pekerjaan berikutnya.
Ibrahim Bafadal (2013) (dalam Sumantri 2016:421).
Program
remedial dan pengayaan dimaksud untuk membantu guru memberikan penanganan bagi
peserta didik yang memiliki kesulitan belajar pada umumnya, tidak terbatas pada
sutu atau dua kompetensi dasar tetapi untuk selama bersekolah. Penanganannya memerlujan
peran guru sebagai konselor, konselor sekolah, ahli psikologi, bahkan dokter
dan ahli lainnya.
A. KEGIATAN REMEDIAL
1.
Penertian
Remedial
Program
remedial adalah program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang
belim mencapai kompetensi minimalnya dalam kompetensi dasar tertentu. Metode yang
digunakan dpat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, latar belakang kesulitan
belajar yang dialami peserta didik dan tujuan pembelajarannya pun dirumuskan
sesuai dengan kesulitan yang dialami peserta didik.
Pada
program pembelajaran remedial, media belajar haru betul betul disiapkan guru
agar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami pelajaran yang dirasa
sulit. Alat evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran remedial pun perlu disesuaikan
dengan kesulitan belajar yang dialami peserta didik (Ibrahim Bafadal, 2013)
(dalam Sumantri 2016:422)
Dari
penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan Remedial adalah suatu
kegiatan pembelajaran yang khusus yang diberikan oleh seorang pendidik kepada
peserta didik yang belum mencapai kompetensi dasar yang sudah ditentukan,
dengan berbagai cara yang salah satunya yaitu dengan mendekati anak didik,
mencari tahu kekurang dan kelebihan anak didik lalu menyususun pembelanjaran
selanjutnya.
2. Prinsip prinsip remedial
Menurut Ibrahim Bafadal
(2013) (dalam Sumantri, 2016:424) terdapat beberapa prinsip yang perlu
diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai
peleyanana khusus antara lain:
a.
Adaftif
Pembelajaran remedial
hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan dya tangkap,
kesempatan, dan gaya belajar masing masing
b.
Interaktif
Pembelajaran remedial
hendaknya melibatkan keaktifan guru untuk secara intensif berinteraksi dengan
peserta didik dan selalu memberikan monitoring dan pengawasan agar mengetahui
kemajuan belajar peserta didiknya.
c.
Fleksibilitas dalam metode pembelajaran
dan penilaian
Pembelajaran remedial
perlu menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai
dengan karakteristik peserta didik
d.
Pemberian umpan balik sesegera mungkin
Umpan balik berupa
informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya
perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kekeliruan belajar yang
berlarut larut
e.
Peleyanan sepanjang waktu
Pembelajaran remedial
harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta
didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing masing.
3. Langkah langkah pembelajaran
remedial
1.
Identifikasi permasalahan pembelajaran
a.
Permasalahan pada keunikan peserta didik
b.
Permasalahan pada materi ajar
c.
Permasalahan pada strategi pembelajaran
2.
Perencanaan
Dalam perencanaan guru
perlu menyiapkan hal hal yang mungkin diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran
remedial yaitu:
a.
Menyiapkan media pembelajaran
b.
Menyiapkan contoh contoh dan alternative
altivitas
c.
Menyiapkan materi materi dan alat
pendukung
3.
Pelaksanaan
Setelah perencanaan
disusun, langkah selanjutnya adalah melaksanakan program pembelajaran remedial.
Ada 3 penekanan:
a.
Penekanan pada keunikan peserta didik
b.
Penekanan pada alternative contoh dan
aktivitas terkait materi ajar
c.
Penekanan pada strategi/ metode
pembelajaran
4.
Penilaian autentik
Penilaian autentik
dilakukan setelah pembelajaran remedial selesai dilaksanakan.
Berdasrkan hasil
penilaian, bila peserta didik belum mecapai kompetensi miniman (tujuan) yang
ditetapkan guru, maka guru perlu meninjau kembali strategi pembelajaran
remedial yang diterapkannya atau melakukan identifikasi (analisi kebutuhan)
terhadap peserta didik dengan lebih seksama.
Apabila peserta didik
berhasil mencapai atau melampaui tujuan yang telah ditetapkan, guru berhasil
memberikan pembelajaran yang kaya dan bermakna bagi peserta didik, hal ini bisa
dipertahankan sebagai bahan rujukan bagi rekan guru lainnya atau bisa lebih
diperkaya lagi.
B. KEGIATAN PENGAYAAN
Dalam
kurikulum dirumuskan secara jelas kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar
(KD) yang harus dikuasi peserta didik. Penguasaan KI dan KD setiap peserta
didik diukur dengan menggunakan sitem Penilaian Acuan Kriteria (PAK). Jika seorang
peserta didik mencapai standar tertentu, maka peserta didik terebut dipandang
telah mencapai ketuntasan.
Oleh
karena itu, program pengayaan dapat diartikan memberikan tambahan/peluasan
pengalaman atau kegiatan peserta didik yang teridentifikasi melampaui
ketuntasan yang ditentukan oleh kurikulum
Metode
yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakan
kesulitan yang dialami peserta didik. Dalam program pengayaan, media belajar
haru betul betul disiapkan guru agar dapat memfasilitasi peserta didik dalam
menguasai materi yang diberikan (Ibarahim Bafadal, 2013) (dalam Sumantri, 2016:
438)
DAFTAR
PUSTAKA
Sumantri,
Mohamad Syarif, 2016. Strategi Pembelajaran
Teori dan Praktek di Tingkat Pendidikan dasar. Jakarta : PT RajaGrafindo
Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar