Rabu, 01 Mei 2019


MATERI 9
KEGIATAN REMEDIAL DAN KEGIATAN PENGAYAAN
Pembelajaran remedial dan pengayaan merupakan tindak lanjut guru terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Proses dan hasil belajar dapat berupa kesulitan penguasaan peserta didik terhadap satu atau dua kompetensi dasar,  dan tidak bersifat permanen. Jika pada kompetensi inti pengetahuaan dan keterampilan, peserta didik belum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik, maka peserta didik tersebut tidak diperkenakan mengerjakan pekerjaan berikutnya. Ibrahim Bafadal (2013) (dalam Sumantri 2016:421).
Program remedial dan pengayaan dimaksud untuk membantu guru memberikan penanganan bagi peserta didik yang memiliki kesulitan belajar pada umumnya, tidak terbatas pada sutu atau dua kompetensi dasar tetapi untuk selama bersekolah. Penanganannya memerlujan peran guru sebagai konselor, konselor sekolah, ahli psikologi, bahkan dokter dan ahli lainnya.
A.    KEGIATAN REMEDIAL
1.      Penertian Remedial
Program remedial adalah program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belim mencapai kompetensi minimalnya dalam kompetensi dasar tertentu. Metode yang digunakan dpat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, latar belakang kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan tujuan pembelajarannya pun dirumuskan sesuai dengan kesulitan yang dialami peserta didik.
Pada program pembelajaran remedial, media belajar haru betul betul disiapkan guru agar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami pelajaran yang dirasa sulit. Alat evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran remedial pun perlu disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dialami peserta didik (Ibrahim Bafadal, 2013) (dalam Sumantri 2016:422)
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan Remedial adalah suatu kegiatan pembelajaran yang khusus yang diberikan oleh seorang pendidik kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dasar yang sudah ditentukan, dengan berbagai cara yang salah satunya yaitu dengan mendekati anak didik, mencari tahu kekurang dan kelebihan anak didik lalu menyususun pembelanjaran selanjutnya.
2.      Prinsip prinsip remedial
Menurut Ibrahim Bafadal (2013) (dalam Sumantri, 2016:424) terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai peleyanana khusus antara lain:
a.       Adaftif
Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan dya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar masing masing
b.      Interaktif
Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan guru untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan selalu memberikan monitoring dan pengawasan agar mengetahui kemajuan belajar peserta didiknya.
c.       Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian
Pembelajaran remedial perlu menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik
d.      Pemberian umpan balik sesegera mungkin
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat menghindari kekeliruan belajar yang berlarut larut
e.       Peleyanan sepanjang waktu
Pembelajaran remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing masing.
3.      Langkah langkah pembelajaran remedial
1.      Identifikasi permasalahan pembelajaran
a.       Permasalahan pada keunikan peserta didik
b.      Permasalahan pada materi ajar
c.       Permasalahan pada strategi pembelajaran
2.      Perencanaan
Dalam perencanaan guru perlu menyiapkan hal hal yang mungkin diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial yaitu:
a.       Menyiapkan media pembelajaran
b.      Menyiapkan contoh contoh dan alternative altivitas
c.       Menyiapkan materi materi dan alat pendukung
3.      Pelaksanaan
Setelah perencanaan disusun, langkah selanjutnya adalah melaksanakan program pembelajaran remedial. Ada 3 penekanan:
a.       Penekanan pada keunikan peserta didik
b.      Penekanan pada alternative contoh dan aktivitas terkait materi ajar
c.       Penekanan pada strategi/ metode pembelajaran
4.      Penilaian autentik
Penilaian autentik dilakukan setelah pembelajaran remedial selesai dilaksanakan.
Berdasrkan hasil penilaian, bila peserta didik belum mecapai kompetensi miniman (tujuan) yang ditetapkan guru, maka guru perlu meninjau kembali strategi pembelajaran remedial yang diterapkannya atau melakukan identifikasi (analisi kebutuhan) terhadap peserta didik dengan lebih seksama.
Apabila peserta didik berhasil mencapai atau melampaui tujuan yang telah ditetapkan, guru berhasil memberikan pembelajaran yang kaya dan bermakna bagi peserta didik, hal ini bisa dipertahankan sebagai bahan rujukan bagi rekan guru lainnya atau bisa lebih diperkaya lagi.
B.     KEGIATAN PENGAYAAN
Dalam kurikulum dirumuskan secara jelas kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasi peserta didik. Penguasaan KI dan KD setiap peserta didik diukur dengan menggunakan sitem Penilaian Acuan Kriteria (PAK). Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu, maka peserta didik terebut dipandang telah mencapai ketuntasan.
Oleh karena itu, program pengayaan dapat diartikan memberikan tambahan/peluasan pengalaman atau kegiatan peserta didik yang teridentifikasi melampaui ketuntasan yang ditentukan oleh kurikulum
Metode yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakan kesulitan yang dialami peserta didik. Dalam program pengayaan, media belajar haru betul betul disiapkan guru agar dapat memfasilitasi peserta didik dalam menguasai materi yang diberikan (Ibarahim Bafadal, 2013) (dalam Sumantri, 2016: 438)


DAFTAR PUSTAKA
Sumantri, Mohamad Syarif, 2016. Strategi Pembelajaran Teori dan Praktek di Tingkat Pendidikan dasar. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar