METERI
VI
KETERAMPILAN
DASAR MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN DI SD
A.
Hakikat,
Fungsi, dan Peranan Media Pembelajaran
1.
Hakikat
pembelajaran
Media
pembelajaran merupakan sebagai wahana untuk memberikan pengalaman belajar.
media pembelajaran menurut Gagne, dinyatakan sebagi komponen sumber belajar
yang dapat merangsang siswa untuk belajar ( Sumantri, 2016:303) .
Media
pembelajaran merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran. Banyak macam
media pembelajaran dapat digunakan. Penggunaan media pembelajaran harus
didasarkan pada pemilihan yang tepat sihingga dapat memperbesar arti dan fungsi
dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.
Media
pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan(message),
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga mendorong
proses belajar. Bentuk bentuk media pembelajaran digunakan untuk meningkatkan
pengalaman belajar agar menjadi lebih konkrit. Pembelajaran dengan menggunakan edia pembelajaran tidak hanya sekedar
menggunakan kata kata (symbol verbal).
Dengan demikian, dapat kita harapkan hasil pengalaman belajar lebih berarti
bagi siswa (Sumiati dan Asra 2016:160).
Dari
penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, media pembelajaran adalah suatu
jembatan untuk menyampaikan suatu pelajaran oleh seorang pendidik kepada
peserta didiknya agar peserta didik
dapat menerima pelajaran dengan cepat dan menyenangkan sesuai dengan tujuan
pembelajaran tersebut.
2.
Fungsi
Media Pembelajaran
Menurut
Anitah (2008:6.8) fungsi media pembelajaran, dapat ditekankan beberapa hal
berikut:
a. Penggunaan
media pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi memiliki fungsi
tersendiri sebagai sarana bantu untuk, mewujudkan situasi pembelajaran yang
lebih efektif
b. Media
pembelajaran bagian intelegtual dari keseluruhan proses pembelajaran. Hal ini
mengandung pengertian bahwa media pembelajaran sebagai salah satu komponen yang
tidak terdiri sendiri tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam
rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.
c. Media
pembelajaran dalam penggunaannya harus relevan dengan kompetensi yang ingin
tercapai dan isi pembelajaran itu sendiri. Fungsi ini mengandung makna bahwa
penggunaan media dalam pembelajaran harus selalu melihat kepada kompetinsi dan
bahan ajar
d. Media
pembelajaran bukan berfungsi sebagai alat hiburan. Dengan demikian, tidak
diperkenankan menggunakannya dengan pembelajaran hanya sekedar untuk permainan
atau memancing perhatian siswa semata.
e. Media
pembelajaran bisa berfungsi untuk mempercepat proses belajar. fungsi ini
mengandung arti bahwa dengan media pembelajaran siswa dapat menangkap tujuan
dan bahan ajar lebih mudah dan cepat.
f. Media
pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Pada umumnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran siswa
dengan menggunakan media pembelajaran akan tahan lama mengendap sehingga
kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi.
g. Media
pembelajaran meletakkan dasar dasar yang konkret untuk berpikir. Oleh karena
itu, dapat mengurangi terjadinya penyakit verbalisme.
B.
Jenis
dan Karakteristik Media Pembelajaran
Penggunaan
media yang berlebihan dalam suatu kegiantan pembelajaran akan menggaburkan
tujuan dan isi pembelajaran. Oleh karena itu, sebelum menggunakan media ini,
ada perkunya memahami terlebih dahulu mengenai jenis media yang digunakan dalam
kegiatan pebelajaran beserta karakteristiknya.
Menurut
Anitah (2008:6.16) jenis jenis media pembelajaran sebagai berikut:
1. Media
Visual
Media visual merupakn media yang hanya
dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan. Media visual terbagi 2:
a. Media
visual yang diproyeksikan (projected
Visual)
Media visual yang dapat diproyeksikan pada
dasarnya adalah media yang menggunakan alat proyeksi sehingga gambar atau
tulisan tampak pada layar.
Contohnya: infokus
b. Media
visual tidak diproyeksikan (Non Projected
Visual)
1) Gambar
fotografik
2) Grafis
3) Bagan
4) Diagram
5) Poster
2. Media
Audio
Media audio adalah media yang mengandung
pesan dalam bentuk uditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar.
Contohnya: program kaset suara, CD
audio, dan program radio.
3. Media
Audiovisual
Media ini merupakan kombinasi audi dan
visual atau biasa disebut ,media pandang dengar.
Contohnya: video
C.
Pemilihan,
Pengunaan, Perawatan Media Pembelajaran Sederhana
1.
Pemilihan
media
Media
pembelajaran yang beraneka ragam itu dapat dimanfaatkan sebaik baiknya dalam
pembelajaran dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Faktor yang harus
dipertimbangkan dalam memilih media pembelajaran menurut Sumiati dan asra
(2016:165) adalah:
1. Jenis
kemampuan yang akan dicapai sesuai dengan tujuan
Sebagimana diketahui, bahwa tujuan
pembelajaran itu menjangkau domain kognitif, efektif dan psikomotor. Jika akan
memilih media pembelajaran, harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai.
2. Kegunaan
dari berbagai jenis media pembelajaran itu sendiri
Setiap jenis media pembelajaran
mempunyai nilai kegunaan sendiri sendiri. Hal ini harus dijadikan bahan
pertimbangan dalam jenis memilih media pembelajaran yang digunakan.
3. Kemampuan
guru menggunakan suatu jenis media pembelajaran
Betapapun tingginya nilai digunakan
media pembelajaran, tidak akam member manfaat sedikitpun di tangan orang yang
yang tidak mampu menggunakan media pembelajaran
4. Fleksibilitas
(lentur), tahan lama dan kenyamanan media pembelajaran
Dalam memilih media pembelajaran harus
dipertimbnagkan kelenturan, dalam arti dapat digunakan dlam berbagai situasi,
juga harus tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), untuk menghemat
biaya dan digunakannya pun tidak berbahaya.
5. Keefektifan
suatu media pembelajaran dibandingkan dengan jenis media pembelajaran lain
untuk digunakan dalam pembelajaran suatu materi pembelajaran tertentu.
2.
Penggunaan
media pembelajaran
Menurut Sumiati dan Asra (2016:167)
Sebelum menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, terlebih
dahulu guru sebaiknya memperhatikan hal berikut:
a. Guru
mencoba media pembelajaran, sehingga diketahui apakah masih berfungsi atau
tidak. Jika tidak berfungsi maka guru hendaknya memperbaiki terlebih dahulu.
b. Memperhatikan
silabus atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) , terutam berkaitan dengan
metode pembelajaran yang akan disampaikan dan organisasi kelas, sehingga
diketahui apakah media pembelajran itu untuk individual, kelompok atau
klasikal.
c. Menyiapkan
dan menentukan media pembelajaran yang akan dipakai sesuai dengan kebutuhan.
d. Memberikan
bimbingan dan pengawasan selama penggunaan media pembelajaran tersebut oleh
siswa agar berfungsi sesuai dengan tujuan yang dihaapkan. Selama proses
pembelajaran ini pun, guru perlu memperhatikan kebersihan dan keamanan siswa
dalam menggunakan media pembelajaran tersebut.
e. Setelah
proses pembelajarn berakhir, maka siswa dilatih untuk bertanggung jawab dengan
memeriksa kelengkapan media pembelajaran tersebut agar seperti sediakala dan
menyimpannya pada tempat yang telah ditentukan.
3.
Pemeliharaan
media pembelajaran
Berikut
ini diuraikan beberapa cara praktis dalam memelihara dan merawat media
pembelajaran sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya yang
terlalu banyak, bahkan tanpa biaya sedikit pun, antara lain:
a. Media
grafis, seperti bagan, diagram, grafik, poster, dan kartun yang dibuat dengan
ukuran cukup besar (ukuran karton manila), bisa diberi bingkai pada bagian atas
dan bawahnya. Cara menyimpannya tidak digulung atau dilipat supaya media
tersebut tidak cepat rusak atau robek.
b. Dalam
rangka upaya pemeliharaan dan kepraktisan dalam penggunaan media grafis, bisa
diupayakan dengan pembuatan display atau
papan penyajian.
c. Apabila
pihak sekolah memiliki dana yang cukup memadai, sebaiknya disediakan ruang
tertentu untuk penyimpanan berbagai media pelajaran, baik yang telah dibuat
sendiri oleh guru maupun hasil membeli dari took sehingga media tersebut
awet/tahan lama dan terpelihara dengan baik.
D.
Pemanfaatan
Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Sumber
belajar adalah semua sumber yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar.
sumber sumber tersebut dapat berupa pesan atau informasi, orang, bahan bahan,
alat/perlengkapan, teknik/metode, dan lingkungan.
Lingkungan
sebagai sumber belajar memiliki nilai nilai yang sangat berharga yang dapat
dioptimalkan dalam proses pembelajaran. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan
kegiatan belajar siswa. Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber
belajar terdiri atas lingkungan fisik atau lingkungan alam. Lingkungan sosial
dapat digunakan untuk mempelajari ilmu ilmu sosial dan kemanusiaan. Lingkungan
akam dapat digunakan untuk mempelajari gejala gejala alam serta dapat
menumbuhkan kesadaran siswa akan cinta alam dan berpartisipasi dalam
pemeliharaan alam.
Prosedur
belajar untuk memanfaatkan lingkungan sebagai sumber bealajar dapat ditempuh
melalui kegiatan dengan membawa siswa ke lingkungan seperti survey,
karyawisata, berkemah, dialam terbuka, praktik lapangan, dan pelayanan kepada
masyarakat atau dengan membawa lingkungan ke dalam kelas/sekolah, seperti
pemanfaatan narasumber yang ada di masyarakay untuk berbicaradi sekolah.
Agar
penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berhasil dengan baik, perlu
dilakukan perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Dalam langkah langkah
tersebut, guru dan siswa terlibat aktif sehingga kegiatan pemanfaatan
lingkungan tersebut menjadi tanggung jawab bersama.
DAFTAR
PUSTAKA
Anitah Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas
Terbuka
Sumiati dan Asra. 2016.
Metode Pembelajaran. Bandung: CV
Wacana Prima
Sumantri
Mohamad Syarif. 2016. Strategi
Pembelajaran Teori dan Praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: PT
Raja Grafindo Perseda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar