Rabu, 24 April 2019


METERI VI
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN DI SD
A.    Hakikat, Fungsi, dan Peranan Media Pembelajaran
1.      Hakikat pembelajaran
Media pembelajaran merupakan sebagai wahana untuk memberikan pengalaman belajar. media pembelajaran menurut Gagne, dinyatakan sebagi komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar ( Sumantri, 2016:303) .
Media pembelajaran merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran. Banyak macam media pembelajaran dapat digunakan. Penggunaan media pembelajaran harus didasarkan pada pemilihan yang tepat sihingga dapat memperbesar arti dan fungsi dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.
Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan(message), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga mendorong proses belajar. Bentuk bentuk media pembelajaran digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar agar menjadi lebih konkrit. Pembelajaran dengan menggunakan  edia pembelajaran tidak hanya sekedar menggunakan kata kata (symbol verbal). Dengan demikian, dapat kita harapkan hasil pengalaman belajar lebih berarti bagi siswa (Sumiati dan Asra 2016:160).
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, media pembelajaran adalah suatu jembatan untuk menyampaikan suatu pelajaran oleh seorang pendidik kepada peserta didiknya  agar peserta didik dapat menerima pelajaran dengan cepat dan menyenangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.
2.      Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Anitah (2008:6.8) fungsi media pembelajaran, dapat ditekankan beberapa hal berikut:
a.    Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk, mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif
b.    Media pembelajaran bagian intelegtual dari keseluruhan proses pembelajaran. Hal ini mengandung pengertian bahwa media pembelajaran sebagai salah satu komponen yang tidak terdiri sendiri tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.
c.    Media pembelajaran dalam penggunaannya harus relevan dengan kompetensi yang ingin tercapai dan isi pembelajaran itu sendiri. Fungsi ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam pembelajaran harus selalu melihat kepada kompetinsi dan bahan ajar
d.   Media pembelajaran bukan berfungsi sebagai alat hiburan. Dengan demikian, tidak diperkenankan menggunakannya dengan pembelajaran hanya sekedar untuk permainan atau memancing perhatian siswa semata.
e.    Media pembelajaran bisa berfungsi untuk mempercepat proses belajar. fungsi ini mengandung arti bahwa dengan media pembelajaran siswa dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan cepat.
f.     Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Pada umumnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran siswa dengan menggunakan media pembelajaran akan tahan lama mengendap sehingga kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi.
g.    Media pembelajaran meletakkan dasar dasar yang konkret untuk berpikir. Oleh karena itu, dapat mengurangi terjadinya penyakit verbalisme.

B.     Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran
Penggunaan media yang berlebihan dalam suatu kegiantan pembelajaran akan menggaburkan tujuan dan isi pembelajaran. Oleh karena itu, sebelum menggunakan media ini, ada perkunya memahami terlebih dahulu mengenai jenis media yang digunakan dalam kegiatan pebelajaran beserta karakteristiknya.
Menurut Anitah (2008:6.16) jenis jenis media pembelajaran sebagai berikut:
1.      Media Visual
Media visual merupakn media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan. Media visual terbagi 2:
a.       Media visual yang diproyeksikan (projected Visual)
Media visual yang dapat diproyeksikan pada dasarnya adalah media yang menggunakan alat proyeksi sehingga gambar atau tulisan tampak pada layar.
Contohnya: infokus
b.      Media visual tidak diproyeksikan (Non Projected Visual)
1)      Gambar fotografik
2)      Grafis
3)      Bagan
4)      Diagram
5)      Poster
2.      Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk uditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar.
Contohnya: program kaset suara, CD audio, dan program radio.
3.      Media Audiovisual
Media ini merupakan kombinasi audi dan visual atau biasa disebut ,media pandang dengar.
Contohnya: video

C.    Pemilihan, Pengunaan, Perawatan Media Pembelajaran Sederhana
1.      Pemilihan media
Media pembelajaran yang beraneka ragam itu dapat dimanfaatkan sebaik baiknya dalam pembelajaran dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih media pembelajaran menurut Sumiati dan asra (2016:165) adalah:
1.      Jenis kemampuan yang akan dicapai sesuai dengan tujuan
Sebagimana diketahui, bahwa tujuan pembelajaran itu menjangkau domain kognitif, efektif dan psikomotor. Jika akan memilih media pembelajaran, harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai.
2.      Kegunaan dari berbagai jenis media pembelajaran itu sendiri
Setiap jenis media pembelajaran mempunyai nilai kegunaan sendiri sendiri. Hal ini harus dijadikan bahan pertimbangan dalam jenis memilih media pembelajaran yang digunakan.
3.      Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media pembelajaran
Betapapun tingginya nilai digunakan media pembelajaran, tidak akam member manfaat sedikitpun di tangan orang yang yang tidak mampu menggunakan media pembelajaran
4.      Fleksibilitas (lentur), tahan lama dan kenyamanan media pembelajaran
Dalam memilih media pembelajaran harus dipertimbnagkan kelenturan, dalam arti dapat digunakan dlam berbagai situasi, juga harus tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), untuk menghemat biaya dan digunakannya pun tidak berbahaya.
5.      Keefektifan suatu media pembelajaran dibandingkan dengan jenis media pembelajaran lain untuk digunakan dalam pembelajaran suatu materi pembelajaran tertentu.
2.      Penggunaan media pembelajaran
Menurut Sumiati dan Asra (2016:167) Sebelum menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, terlebih dahulu guru sebaiknya memperhatikan hal berikut:
a.       Guru mencoba media pembelajaran, sehingga diketahui apakah masih berfungsi atau tidak. Jika tidak berfungsi maka guru hendaknya memperbaiki terlebih dahulu.
b.      Memperhatikan silabus atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) , terutam berkaitan dengan metode pembelajaran yang akan disampaikan dan organisasi kelas, sehingga diketahui apakah media pembelajran itu untuk individual, kelompok atau klasikal.
c.       Menyiapkan dan menentukan media pembelajaran yang akan dipakai sesuai dengan kebutuhan.
d.      Memberikan bimbingan dan pengawasan selama penggunaan media pembelajaran tersebut oleh siswa agar berfungsi sesuai dengan tujuan yang dihaapkan. Selama proses pembelajaran ini pun, guru perlu memperhatikan kebersihan dan keamanan siswa dalam menggunakan media pembelajaran tersebut.
e.       Setelah proses pembelajarn berakhir, maka siswa dilatih untuk bertanggung jawab dengan memeriksa kelengkapan media pembelajaran tersebut agar seperti sediakala dan menyimpannya pada tempat yang telah ditentukan.

3.      Pemeliharaan media pembelajaran
Berikut ini diuraikan beberapa cara praktis dalam memelihara dan merawat media pembelajaran sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu banyak, bahkan tanpa biaya sedikit pun, antara lain:
a.       Media grafis, seperti bagan, diagram, grafik, poster, dan kartun yang dibuat dengan ukuran cukup besar (ukuran karton manila), bisa diberi bingkai pada bagian atas dan bawahnya. Cara menyimpannya tidak digulung atau dilipat supaya media tersebut tidak cepat rusak atau robek.
b.      Dalam rangka upaya pemeliharaan dan kepraktisan dalam penggunaan media grafis, bisa diupayakan dengan pembuatan display atau papan penyajian.
c.       Apabila pihak sekolah memiliki dana yang cukup memadai, sebaiknya disediakan ruang tertentu untuk penyimpanan berbagai media pelajaran, baik yang telah dibuat sendiri oleh guru maupun hasil membeli dari took sehingga media tersebut awet/tahan lama dan terpelihara dengan baik.

D.    Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Sumber belajar adalah semua sumber yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar. sumber sumber tersebut dapat berupa pesan atau informasi, orang, bahan bahan, alat/perlengkapan, teknik/metode, dan lingkungan.
Lingkungan sebagai sumber belajar memiliki nilai nilai yang sangat berharga yang dapat dioptimalkan dalam proses pembelajaran. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar siswa. Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri atas lingkungan fisik atau lingkungan alam. Lingkungan sosial dapat digunakan untuk mempelajari ilmu ilmu sosial dan kemanusiaan. Lingkungan akam dapat digunakan untuk mempelajari gejala gejala alam serta dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan cinta alam dan berpartisipasi dalam pemeliharaan alam.
Prosedur belajar untuk memanfaatkan lingkungan sebagai sumber bealajar dapat ditempuh melalui kegiatan dengan membawa siswa ke lingkungan seperti survey, karyawisata, berkemah, dialam terbuka, praktik lapangan, dan pelayanan kepada masyarakat atau dengan membawa lingkungan ke dalam kelas/sekolah, seperti pemanfaatan narasumber yang ada di masyarakay untuk berbicaradi sekolah.
Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berhasil dengan baik, perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Dalam langkah langkah tersebut, guru dan siswa terlibat aktif sehingga kegiatan pemanfaatan lingkungan tersebut menjadi tanggung jawab bersama.


DAFTAR PUSTAKA
Anitah Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Sumiati dan Asra. 2016. Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima
Sumantri Mohamad Syarif. 2016. Strategi Pembelajaran Teori dan Praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo Perseda



Tidak ada komentar:

Posting Komentar