Rabu, 10 April 2019


MATERI 5
PEMILIHAN METODE MENGAJAR
A.    Hakikat dan Faktor Faktor Dalam Pemilihan Metode Mengajar
1.      Hakikat metode mengajar
Menurut Majid (2014:193) metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Menurut J.R. David dalam Teaching Strategies For College Class Room (1976) (dalam Majid (2014:193) menyebutkan bahwa method is a way in achieving something (cara untuk mencapai sesuatu). Artinya, metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan.
Menurut Hamdayama (2016:94) Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik . oleh karena itu, guru dalam memilih metode mengajar harus tepat dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Pemilihan metode ini sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan diperoleh. Selain itu pemilihan metode pengajaran yang tepat akan menimbulkan pembelajaran yang edukatif, kondusif, dan menantang.
Pada hakikatnya, mengajar merupakan upaya guru dalam menciptakan situasi belajar, metode yang digunakan oleh guru diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi peserta didik sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. Dengan makna yang lain, proses belajar mengajar merupakan proses interaksi edukatif antar guru yang menciptakan suasan belajar dan peserta didik yang memberikan respons terhadap usaha guru tersebut. Oleh sebab itu, metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar bagi peserta didik, dan upaya guru dalam memilih metode yang baik merupakan upayan mempertinggi mutu pengajaran atau pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.
Jadi dapat disimpulkan, metode mengajar adalah suatu  proses atau cara yang digunakan oleh seorang pendidik dalam menyampaikan suatu materi atau pelajaran kepada peserta didik  untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan dan efektif.
2.      Faktor Faktor dalam pemilihan metode mengajar
Menurut Ibrahim dan Syaodin (2010:108) untuk memilih metode mengajar yang akan digunakan dalam rangka perancanaan pengajaran, perlu dipertimbangkan faktor faktor tertentu antara lain:
a.       Kesesuaian dengan tujuan instruksional
Setiap metode mengajar memiliki kekuatan dan kelemahannya dilihat dari berbagai sudut. Namun yang paling penting bagi guru, metode mengajar manapun yang akan digunakan, harus jelasdahulu tujuan ayang akan dicapai, baik tujuan Intuksional Khusus maupun Tujuan Instruksional Umum.
Untuk mencapai tujuan tertentu, mungkin metode ceramah disertai Tanya jawab sudah cukup memadai, sedangkan untuk mencapai tujuan yang lain, mungkin diperlukan metode diskusi atau pemberian tugas. Mengingat setiap program pengajaran memiliki berbagai tujuan instruksional dengan lingkup dan jenjang yang berbeda, maka sesuai pula dengan prinsip CBSA, sebaiknya digunakan kombinasi berbagai metode mengajar yang relevan, yang akan membuat proses belajar lebih hidup, aktif dan bermakna

b.      Keterlaksanaan dilihat dari waktu dan sarana
Disamping bertitik tolak dari tujuan yang dicapai, dalam memilih metode pengajaran perlu pertimbangan pula waktu dan sarana yang tersedia.
Metode karyawisata, misalnya sulit untuk dilakukan setiap hari karena memerlukan waktu yang cukup panjang, baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaannya.
Dalam situasi di mana jumlah peralatan sangat terbatas, mungkin metode demokrasi lebih cocok untuk digunakan dibandingkan dengan metofe eksperimen dimana diperlukan beberapa perangkat alat/bahan.
Dalam pemilihan metode mengajar hendaknya diupayakan pula agar dapat terwujud proses belajar mengajar yang menantang dan bermakna serta banyak melibatkan keaktifan siswa.
Menurut Suprihatiningrum (2016:284) pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi beberapa faktor, sebagai berikut:
a.       Tujuan yang berbeda dari masing masing materi
Metode pembelajaran ditentukan oleh tujuan, bukan tujuan ditentukan oleh metode pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu jeli dan teliti menyesuaikan metode pembelajaran dengan tujuan yang telah ditetapkan.
b.      Perbedaan latar belakan individual anak
Metode pembelajaran juga harus mampu mengakomodasikan perbedaan individu siswa. Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda beda, baik minat, bakat, kebiasaan, motivasi, status sosial, lingkungan keluarga, dan harapan terhadap masa depannya. Hal ini merupakan landasan bagi guru dalam memilih dan memvariasi metode pembelajaran.
c.       Perbedaan situasi dan kondisi dimana pendidikan berlangsung
Situasi dan kondisi yang berlainan menuntut metode pembelajaran yang berlainan pula. Saat suasana kelas tiba tiba berubah, guru dapat mengubah metode pembelajaran menyesuaikan dengan suasana tersebut. Misalnya tiba tiba siswa mengantuk, guru dapat mengubah metodenya menjadi metode yang mengaktifkan siswa, seperti game atau belajar diluar kelas untuk menyegarkan suasana.
d.      Perbedaan pribadi dan kemampuan guru
Tidak hanya siswa yang memiliki kepribadian unik, guru pun memiliki karakteristik individu dan kecakapan yang berbeda beda. Pemilihan metode pembelajaran sebaiknya juga memerhatikan kecakapan diri. Jamgan sampai guru memilih metode pembelajaran yang tidak dikuasainya karena justru akan mempersulit diri sendiri dan menghambat tercapainya tujuan pembelajaran.
e.       Perbedaan fasilitas
Fasilitas baik dari segi kualitas manapun kuantitas dapat memengaruhi pemilihan dan penerapan metode mengajar. Contohnya, tujuan pembelajaran membuktikan konsep melalui pratikum tentunya membutuhkan metode eksperimen. Namun, jika fasilitas laboratorium tidak ada, metode eksperimen tidak dapat dilaksanakan.

B.     Jenis Jenis Metode Mengajar
Menurut Ibrhim dan Syaodih jenis jenis metode mengajar sebagai berikut:
1.      Metode Ceramah
Metode ceramah merupakan cara mengajar yang telah lama dilaksanakan oleh guru. Ceramah adalah penuturan bahkan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betu betul disiapkan dangan baik, didukung alat dan media, serta memperhatikan batas batas kemungkinan penggunaannya. Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai metode kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.

2.      Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat dua arah sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab, atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbale balik secara langsung antara guru dengan siswa.

3.      Metode Diskusi
Metode diskusi pada dasrnya adalah bertukr informasi, pendapat, dan unsure unsure pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topic yang sedang dibahas.

4.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang cukup efektif, sebab membantu para siswa untuk memperoleh jawaban dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu. Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu, dimana keaktifan biasanya lebih banyak pada pihak guru.

5.      Metode Eksperimen
Jika dalam metode demonstrasi, keaktifan lebih banyak pada pihak guru, metode eksperimen langsung melibatkan para siswa melakukan percobaan untuk mencari jawaban terhadap permasalahan yang diajukan. Eksperimen sering dilakukan dalam pengajaran bidang studi IPA, dimana metode ini merupakan unsure pokok dalam pendekatan inquiry dan discovery (belajar dengan menemukan).

6.      Metode Pemberian Tugas
Metode ini dimaksudkan untuk member kesempatan kepada siswa melakukan tugas/kegiatan yang berhubungan dengan pelajaran, seperti mengerjakan soal soal, mengumpulkan kliping, dan sebagainya. Metode ini dapat dilakukan dalam bentuk tugas/kegiatan individual ataupun kerja kelompok, dan dapat merupakan unsure penting dalam pendekatan pemecahan masalah atau problem solving.

7.      Metode Karyawisata
Metode ini, siswa siswa diajak mengunjungi tempat tempat tertentu diluar sekolah. Tempat tempat yang akan dikunjungi dan hal hal yang perlu diamati telah direncanakan terlebih dahulu,  dan setelah selesai melakukan kunjungan siswa siswa dimintak untuk membuat/menyaipaikan laporan.

8.      Metode Sosiodrama
Metode sosiodrama atau bermain peran, merupakan metode yang sering digunakan dalam mengajarkan nilai nilai dan memecahkan masalah masalah yang dihadapi dalam hubungan sosial dengan orang orang dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam pelaksanaannya, siswa siswa diberi berbagai peran tertentu dan melaksanakan peran tersebut, serta mendiskusikannya di kelas.

C.    Hubungan Pengalaman  Belajar Dengan Metode Mengajar
Menurut Sanjaya (2015:160) Pengalaman belajar (learning experiences) adalah sejumlah aktivitas siswa yang dilakukan untuk memperoleh informasi dan kompetensi baru sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Ketika kita berfikir informasi dan kemampuan seperti apa yang harus dimiliki oleh siswa, maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir pengalaman belajar yang bagaimana yang harus didesain agar tujuan dan kompetensi itu dapat diperoleh setiap siswa. Ini sangat penting untuk dipahami, sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya.
Metode mengajar adalah suatu  proses atau cara yang digunakan oleh seorang pendidik dalam menyampaikan suatu materi atau pelajaran kepada peserta didik  untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan dan efektif.
Hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar yaitu, pengalaman belajar merupakan proses kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar tercapainya tujuan  pembelajaran kita memerlukan berbagai metode mengajar.





DAFTAR RUJUKAN
Majid Abdul. 2016. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Ibrahim dan Nana Syaodih. 2010. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sanjaya Wina. 2015. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: kencana
Suprihatiningrum Jamil. 2016. Strategi Pembelajaran Teori & Aplikasi. Jogjakarta: Ar Ruzz Media
Hamdayama Jumanta. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara

2 komentar:

  1. Apaa prinsip yg harus di pegang oleholeh seo pendidik dlm memilih metode utk peserta didik dlm mengajar

    BalasHapus
  2. Prinsip yang dipegang oleh seorang pendidik dalam memilih metode yaitu seorang pendidik selalu beranggapan bahwa setiap metode pembelajaran itu baik, selama itu masih sesuai dengan karakteristik materi dan karakteristik siswa

    BalasHapus