MATERI
5
PEMILIHAN
METODE MENGAJAR
A. Hakikat dan Faktor Faktor Dalam
Pemilihan Metode Mengajar
1.
Hakikat
metode mengajar
Menurut
Majid (2014:193) metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan
rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun
tercapai secara optimal. Menurut J.R. David dalam Teaching Strategies For College Class Room (1976) (dalam Majid
(2014:193) menyebutkan bahwa method is a
way in achieving something (cara untuk mencapai sesuatu). Artinya, metode
digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan.
Menurut
Hamdayama (2016:94) Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru untuk
menyampaikan pelajaran kepada peserta didik . oleh karena itu, guru dalam
memilih metode mengajar harus tepat dengan tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan. Pemilihan metode ini sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan
diperoleh. Selain itu pemilihan metode pengajaran yang tepat akan menimbulkan
pembelajaran yang edukatif, kondusif, dan menantang.
Pada
hakikatnya, mengajar merupakan upaya guru dalam menciptakan situasi belajar,
metode yang digunakan oleh guru diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan
belajar bagi peserta didik sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. Dengan
makna yang lain, proses belajar mengajar merupakan proses interaksi edukatif
antar guru yang menciptakan suasan belajar dan peserta didik yang memberikan
respons terhadap usaha guru tersebut. Oleh sebab itu, metode mengajar yang baik
adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar bagi peserta didik, dan
upaya guru dalam memilih metode yang baik merupakan upayan mempertinggi mutu
pengajaran atau pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.
Jadi
dapat disimpulkan, metode mengajar adalah suatu
proses atau cara yang digunakan oleh seorang pendidik dalam menyampaikan
suatu materi atau pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai suatu tujuan yang telah
ditetapkan dan efektif.
2.
Faktor
Faktor dalam pemilihan metode mengajar
Menurut
Ibrahim dan Syaodin (2010:108) untuk memilih metode mengajar yang akan
digunakan dalam rangka perancanaan pengajaran, perlu dipertimbangkan faktor
faktor tertentu antara lain:
a. Kesesuaian
dengan tujuan instruksional
Setiap metode mengajar memiliki kekuatan
dan kelemahannya dilihat dari berbagai sudut. Namun yang paling penting bagi
guru, metode mengajar manapun yang akan digunakan, harus jelasdahulu tujuan
ayang akan dicapai, baik tujuan Intuksional Khusus maupun Tujuan Instruksional
Umum.
Untuk mencapai tujuan tertentu, mungkin
metode ceramah disertai Tanya jawab sudah cukup memadai, sedangkan untuk
mencapai tujuan yang lain, mungkin diperlukan metode diskusi atau pemberian
tugas. Mengingat setiap program pengajaran memiliki berbagai tujuan
instruksional dengan lingkup dan jenjang yang berbeda, maka sesuai pula dengan
prinsip CBSA, sebaiknya digunakan kombinasi berbagai metode mengajar yang
relevan, yang akan membuat proses belajar lebih hidup, aktif dan bermakna
b. Keterlaksanaan
dilihat dari waktu dan sarana
Disamping bertitik tolak dari tujuan
yang dicapai, dalam memilih metode pengajaran perlu pertimbangan pula waktu dan
sarana yang tersedia.
Metode karyawisata, misalnya sulit untuk
dilakukan setiap hari karena memerlukan waktu yang cukup panjang, baik dalam
tahap perencanaan maupun pelaksanaannya.
Dalam situasi di mana jumlah peralatan
sangat terbatas, mungkin metode demokrasi lebih cocok untuk digunakan
dibandingkan dengan metofe eksperimen dimana diperlukan beberapa perangkat
alat/bahan.
Dalam pemilihan metode mengajar hendaknya diupayakan
pula agar dapat terwujud proses belajar mengajar yang menantang dan bermakna
serta banyak melibatkan keaktifan siswa.
Menurut
Suprihatiningrum (2016:284) pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi beberapa
faktor, sebagai berikut:
a. Tujuan
yang berbeda dari masing masing materi
Metode pembelajaran ditentukan oleh
tujuan, bukan tujuan ditentukan oleh metode pembelajaran. Oleh karena itu, guru
perlu jeli dan teliti menyesuaikan metode pembelajaran dengan tujuan yang telah
ditetapkan.
b. Perbedaan
latar belakan individual anak
Metode pembelajaran juga harus mampu
mengakomodasikan perbedaan individu siswa. Setiap siswa memiliki karakteristik
yang berbeda beda, baik minat, bakat, kebiasaan, motivasi, status sosial,
lingkungan keluarga, dan harapan terhadap masa depannya. Hal ini merupakan landasan
bagi guru dalam memilih dan memvariasi metode pembelajaran.
c. Perbedaan
situasi dan kondisi dimana pendidikan berlangsung
Situasi dan kondisi yang berlainan
menuntut metode pembelajaran yang berlainan pula. Saat suasana kelas tiba tiba
berubah, guru dapat mengubah metode pembelajaran menyesuaikan dengan suasana
tersebut. Misalnya tiba tiba siswa mengantuk, guru dapat mengubah metodenya
menjadi metode yang mengaktifkan siswa, seperti game atau belajar diluar kelas untuk menyegarkan suasana.
d. Perbedaan
pribadi dan kemampuan guru
Tidak hanya siswa yang memiliki
kepribadian unik, guru pun memiliki karakteristik individu dan kecakapan yang
berbeda beda. Pemilihan metode pembelajaran sebaiknya juga memerhatikan
kecakapan diri. Jamgan sampai guru memilih metode pembelajaran yang tidak
dikuasainya karena justru akan mempersulit diri sendiri dan menghambat
tercapainya tujuan pembelajaran.
e. Perbedaan
fasilitas
Fasilitas baik dari segi kualitas
manapun kuantitas dapat memengaruhi pemilihan dan penerapan metode mengajar.
Contohnya, tujuan pembelajaran membuktikan konsep melalui pratikum tentunya
membutuhkan metode eksperimen. Namun, jika fasilitas laboratorium tidak ada,
metode eksperimen tidak dapat dilaksanakan.
B. Jenis Jenis Metode Mengajar
Menurut
Ibrhim dan Syaodih jenis jenis metode mengajar sebagai berikut:
1. Metode
Ceramah
Metode ceramah merupakan cara mengajar
yang telah lama dilaksanakan oleh guru. Ceramah adalah penuturan bahkan
pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya
betu betul disiapkan dangan baik, didukung alat dan media, serta memperhatikan
batas batas kemungkinan penggunaannya. Cara mengajar dengan ceramah dapat
dikatakan juga sebagai metode kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang
digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang
suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.
2. Metode
Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah metode
mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat dua
arah sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru
bertanya siswa menjawab, atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi
ini terlihat adanya hubungan timbale balik secara langsung antara guru dengan
siswa.
3. Metode
Diskusi
Metode diskusi pada dasrnya adalah
bertukr informasi, pendapat, dan unsure unsure pengalaman secara teratur dengan
maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat
tentang permasalahan atau topic yang sedang dibahas.
4. Metode
Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan metode
mengajar yang cukup efektif, sebab membantu para siswa untuk memperoleh jawaban
dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu. Metode demonstrasi
merupakan metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya
sesuatu, dimana keaktifan biasanya lebih banyak pada pihak guru.
5. Metode
Eksperimen
Jika dalam metode demonstrasi, keaktifan
lebih banyak pada pihak guru, metode eksperimen langsung melibatkan para siswa
melakukan percobaan untuk mencari jawaban terhadap permasalahan yang diajukan.
Eksperimen sering dilakukan dalam pengajaran bidang studi IPA, dimana metode
ini merupakan unsure pokok dalam pendekatan inquiry
dan discovery (belajar dengan
menemukan).
6. Metode
Pemberian Tugas
Metode ini dimaksudkan untuk member
kesempatan kepada siswa melakukan tugas/kegiatan yang berhubungan dengan
pelajaran, seperti mengerjakan soal soal, mengumpulkan kliping, dan sebagainya.
Metode ini dapat dilakukan dalam bentuk tugas/kegiatan individual ataupun kerja
kelompok, dan dapat merupakan unsure penting dalam pendekatan pemecahan masalah
atau problem solving.
7. Metode
Karyawisata
Metode ini, siswa siswa diajak
mengunjungi tempat tempat tertentu diluar sekolah. Tempat tempat yang akan
dikunjungi dan hal hal yang perlu diamati telah direncanakan terlebih
dahulu, dan setelah selesai melakukan
kunjungan siswa siswa dimintak untuk membuat/menyaipaikan laporan.
8. Metode
Sosiodrama
Metode sosiodrama atau bermain peran,
merupakan metode yang sering digunakan dalam mengajarkan nilai nilai dan
memecahkan masalah masalah yang dihadapi dalam hubungan sosial dengan orang
orang dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam pelaksanaannya,
siswa siswa diberi berbagai peran tertentu dan melaksanakan peran tersebut,
serta mendiskusikannya di kelas.
C. Hubungan Pengalaman Belajar Dengan Metode Mengajar
Menurut
Sanjaya (2015:160) Pengalaman belajar (learning
experiences) adalah sejumlah aktivitas siswa yang dilakukan untuk
memperoleh informasi dan kompetensi baru sesuai dengan tujuan yang hendak
dicapai. Ketika kita berfikir informasi dan kemampuan seperti apa yang harus
dimiliki oleh siswa, maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir
pengalaman belajar yang bagaimana yang harus didesain agar tujuan dan
kompetensi itu dapat diperoleh setiap siswa. Ini sangat penting untuk dipahami,
sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya.
Metode
mengajar adalah suatu proses atau cara
yang digunakan oleh seorang pendidik dalam menyampaikan suatu materi atau
pelajaran kepada peserta didik untuk
mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan dan efektif.
Hubungan
pengalaman belajar dengan metode mengajar yaitu, pengalaman belajar merupakan
proses kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar tercapainya
tujuan pembelajaran kita memerlukan
berbagai metode mengajar.
DAFTAR RUJUKAN
Majid Abdul. 2016. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Ibrahim dan Nana
Syaodih. 2010. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sanjaya Wina. 2015. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:
kencana
Suprihatiningrum
Jamil. 2016. Strategi Pembelajaran Teori
& Aplikasi. Jogjakarta: Ar Ruzz Media
Hamdayama
Jumanta. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta:
PT Bumi Aksara
Apaa prinsip yg harus di pegang oleholeh seo pendidik dlm memilih metode utk peserta didik dlm mengajar
BalasHapusPrinsip yang dipegang oleh seorang pendidik dalam memilih metode yaitu seorang pendidik selalu beranggapan bahwa setiap metode pembelajaran itu baik, selama itu masih sesuai dengan karakteristik materi dan karakteristik siswa
BalasHapus