STRATEGI
PEMBELAJARAN
A. Pengertian Belajar
Menurut
Suyono dan Hariyanto (2017:9) Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses
untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku,
sikap, dan mengokohkan kepribadian.
Menurut
Sumantri (2016:2) Belajar adalah suatu perubahan perilaku yang relative
permanen dan dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran
yang bertujuan atau direncanakan. Pengalaman diperoleh seseorang dalam iteraksi
dengan lingkungan, baik yang tidak direncanakan maupun yang direncanakan
sehingga menghasilkan perubahan yang bersifat relative menetap. Menurut Eveline
dan Nara 2010 (dalam sumantri 2016:2), belajar adalah proses yang kompleks yang
didalamnya terkandung beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi:
1.
Bertambahnya jumlah pengetahuan
2.
Adanya kemampuan mengingat dan
memproduksi
3.
Adanya penerapan pengetahuan
4.
Menyimpulkan makna
5.
Menafsirkan dan mengaitkan dengan
realitas.
Jadi
dapat disimpulkan belajar adalah suatu perubahan perilaku pada seseorang baik
itu menambah wawasan pengetahuan, cara pandang, sikap dan kebiasaannya.
B. Karakteristik Proses Belajar dan
Tahapan Perkembangan Siswa Sekolah Dasar
1. Karakteristik
proses belajar
a. Tujuan
belajar
b. Peserta
didik yang termotivasi
c. Tingkatan
kesulitan belajar
d. Stimulus
dari lingkungan
e. Peserta
didik yang memahami situasi
f. Pola
respons peserta didik
2. Tahapan
perkembangan siswa sekolah dasar
a. Fisik
b. Intelektual
c. Sosial
d. Moral
e. Sikap
f. Perkembangan
bahasa
C. Karakteristik Pembelajaran Di
Sekolah Dasar
Menurut
piaget (1950) (dalam sumantri (2016:160) menyatakan bahwa setiap anak memiliki
cara tersendiri dalam menginterpresentasikan dan beradaptasi dengan
lingkungannya (teori perkembangan kognitif). Menurutnya, setiap anak memiliki
struktur kognitif yang disebut schemata,
yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahan terhadap objek
yang ada dalam lingkungannya. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung
melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada
dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran
untuk menafsirkan objek). Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus
akan membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Dengan cara
seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi
dengan lingkungannya. Berdasarkan hal tersebut, maka perilaku belajar anak
sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Kedua
hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi
dalam konteks interaksi dari amak dengan lingkungannya.
Anak
usia sekolah dasr berada pada tahapan operasi konkret. Pada rentang usia
tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut:
1. Mulai
memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu spek situasi ke aspek lain
sacara reflejtif dan memandang unsure-unsur secara serentak.
2. Mulai
berpikir secara operasional
3. Mempergunakan
cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda.
4. Membentuk
dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan
mempergunakan hubungan sebab akibat, dan
5. Memahami
konsep substansi, velume zat, cair, panjang, lebar, luas, dan berat.
Memerhatikan
tahapan perkembangan berpikir tersebut, kecenderungan belajar anak usia sekolah
dasar memiliki 3 ciri, yaitu:
1. Konkret
Konkret mengandung makna proses belajar
beranjak dari hal-hal yang konkret, yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui,
diraba dan diotak-atik, dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan
sebagai sumber belajar. pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dam
hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai, sebab siswa dihadapkan dengan
peristiwa dan keadaan yang sebanarnya, keadaan yang alami, sehingga lebh nyata,
lebih factual, lebih bermakna, dan kebenarannya lebih tepat
dipertanggungjawabkan.
2. Integrative
Pada tahap usia sekolah dasar anak
memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu
memilah-milah konsep dar berbagai disiplin ilmu, hal ini melukiskan cara
berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian.
3. Hierarkis
Pada tahapan usia sekolah dasar, cara
anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke
hal-hal yang lebih kompleks. Sehubung dengan hal tersebu, maka perlu diperhatikan
mengenai urutan logis, keterkaitan atarmateri, dan cakupan keluasan serta
kedalaman materi.
DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Rosdakarya
Sumantri,
Mohamad Syarif. 2016. Strategi
Pembelajaran Teori dan Praktik Di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada
Hariyanto dan Suyono. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Rosdakarya
saudara menyebutkan bahwa salah satu karakteristik proses belajar adalah pola respons peserta didik, coba saudara jelaskan maksudnya?
BalasHapusBagaimana cara mengatasi karateristik anak yg susah untk di dalam pembelajaran?
BalasHapus